BUANG YANG LAMA AMBIL YANG BARU

Oleh: Handoyo Setiyono

Katakan Tidak Untuk Politik

Presiden mengucapkan selamat atas dilantiknya Agus Martowardoyo sebagai Menkeu Baru

Politik Oke Bisnis Yes

CW-Perubahan politik Indonesia akhir-akhir telah membawa kelemahan dalam sistem pemerintahan SBY. Tidak bisa dipungkiri mundurnya Menkeu Sri Mulyani dan pembentukan Sekber pimpinan Aburizal Bakrie telah berdampak luas pada pandangan masyarakat terhadap sistem pengelolaan pemerintahan. Sebagian ahli politik menilai bahwa dengan dibentuknya Sekber ini akan memunculkan kembali rezim orde baru dengan menggunakan format yang lebih berbahaya bila dibandingkan dengan orde baru era Soeharto. Salah satu yang membuat suasana memanas adalah dengan adanya pernyataan ketua Sekber Aburizal Bakrie yang menjelaskan salah kewenangan sekber yaitu dapat memanggil menteri dengan persetujuan Presiden.

Sebagai Warga Negara yang baik, kita akan mengambil sikap yang kritis dengan menggunakan logika berfikir pragmatis. Kita jangan mudah terjebak oleh perangkap yang dibuat oleh elite politik untuk kepentingan partai politik tertentu. Kita harus bisa mencermati fenomena yang terjadi dan kemungkinan dampak yang ditimbulkan bagi perikehidupan bangsa.

Menurut penulis, secara yuridis pembentukan Sekber tidak bertentangan dengan Konstitusi. Pembentukan Sekber lebih difokuskan sebagai sarana konsolidasi Parpol Koalisi di Parlemen. Akan menjadi masalah konstitusi manakala tugas dari Sekber bertentangan dengan konstitusi dan paraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai contoh: Sekber digunakan sebagai alat/sarana konsolidasi Parpol Koalisi untuk mengkondisikan anggota parlemen (dari Parpol Koalisi) mengubah ketentuan Pasal 7 UUD 1945, atau demi memuluskan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.

Disisi lain, kita juga tidak bisa menampik sisi positif pembentukan Sekber, yaitu terciptanya suasanan pemerintahan yang lebih stabil khususnya di Parlemen karena kebijakan yang dibuat pemerintah mendapat dukungan di Parlemen (tidak dijegal oleh Oposisi). Dalam hal ini kita harus berhati-hati dalam mensikapinya. Sebab bukan tidak mungkin kebijakan yang dibuat pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Dari sisi ini, kita membutuhkan peran yang kuat terhadap Parpol Oposisi.

Berbicara Hukum maka kita akan berbicara tentang Keadilan. Keadilan yang dapat mewujudkan kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat. Hukum yang tidak memihak pada kepentingan-kepentingan golongan tertentu. Lain halnya bila kita berbicara mengenai Politik. Berbicara politik maka berbicara kepentingan. Bila Hukum dijadikan alat untuk memuluskan kepentingan golongan tertentu maka hukum telah di Politisasi. Tentu saja peluang itu terbuka bagi pemerintahan kita saat ini, yang masih rapuh dalam menegakan keadilan.

Memang tidak mudah untuk merubah sistem hukum maupun sistem pemerintahan Indonesia yang lebih memihak Rakyat saat ini. Butuh waktu yang lama dan kesabaran bagi kita semua. Namun hal itu harus diperjuangkan sejak saat ini. Amerika yang notabene sebagai Negara yang Maju, butuh berpuluh-puluh tahun dalam membentuk sistem hukum dan sistem pemerintahanya hingga terbentuk sekarang.

Kita harus belajar banyak dari Sejarah. Salah satu Semboyan Faunding Father kita “Ir. Soekarno dengan JAS MERAH-nya” harus kita cerna.

Para ahli hukum berpendapat bahwa ketidakstabilan sistem ketatanegaraan kita lebih disebabkan oleh ketidak konsistennya negara ini dalam memilih sistem hukum yang baik dan sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat adat. Kita terlalu dibutakan oleh sistem hukum yang berasal dari luar yang belum tentu sesuai dengan kehidupan sosial budaya masyarakat adat Indonesia. Kita selalu memaksakan sistem tanpa memperdulikan penerimaan sistem tersebut di masyarakat. Padahal bila kita mengkaji dan meneliti lebih dalam, masih banyak budaya-budaya yang layak dan hidup di masyarakat dapat dikembangkan. Sehingga Perilaku “BUANG YANG LAMA AMBIL YANG BARU” tidak selalu tepat diterapkan, bila yang lama masih bisa dimanfaatkan mengapa kita membuang energi dan biaya untuk mengambil yang baru dan belum teruji manfaatnya. (***penulis***)

Bila Anda berbeda pendapat dengan penulis, manfaatkan kolom komentar dibawah ini…