Handoyo Setiyono, SH

Pada suatu Hari tepatnya pada tanggal 06 Mei 1981 di sebuah kota di Jawa Tengah (Kartosuro), lahirlah seorang anak laki-laki gagah dan ganteng (tapi tidak cacingan) pasangan Suami Istri yang berbahagia. Anak laki-laki tersebut merupakan anak ke-2 dan diberi nama melalui upacara adat potong kerbau 3 ekor, sapi 3 ekor, kambing 3 ekor, ayam 3 ekor dan cicak 3 ekor ,  Handoyo Setiyono atau dalam bahasa jepang Hanako Shionoya (ingin tau arti namamu dalam bahasa Jepang? klik disini). Pada Tahun 1983 Handoyo (bukan ngikut-ngikuti nama PO. Handoyo) bersama kedua ortu dan kakak laki-laki merantau ke pulau sumatera tepatnya di Jambi. Pada Tahun 1987 sampai dengan 1996  Handoyo kecil mengikuti program pemerintah wajib belajar 9 tahun dan sukses tanpa ada halangan yang berarti kecuali minimnya uang jajan..hehehehe. Pada tahun 1996 sampai dengan 1999 masuk ke SMU dan lulus dengan hasil yang pas-pas-an (lumayan buat ngelanjutin ke Universitas). Dikarenakan adanya unsur “Kemauan besar namun Kemampuan Kecil” untuk masuk ke Universitas Negeri, maka Handoyo sempat menjadi Pengacara (Pengangguran Banyak Acara) selama 3 tahun. Setelah melaksanakan Puasa 7 hari 7 malam, Handoyo mendapat wangsit dari mbah untuk menempuh pendidikan ke pulau jawa (Yogyakarta) di tahun 2002 dan diterima di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Fakultas Hukum. Tahun 2006 Handoyo lulus dengan Predikat Comeloeet……

Ternyata Pengalaman diwaktu lulus dari SMU dulu menjadi Pengacara kembali terulang setelah lulus kuliah…..

Dikarenakan masih Bodoh, maka pada pertengahan tahun2009, Handoyo mencoba peruntungannya mendaftar di Magister Hukum pada Program Pascasarjana Universitas Jambi (Unja) dan diterima dengan sukses. Hingga tulisan ini dibuat, Handoyo masih menimba ilmu di Padepokan Unja..

 

 

Sekian!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

Penulis